Cahaya Hati
Kamis, 22 Agustus 2013
Wajah Yang Bercahaya
Cahaya Mukmin: Wajah Yang Bercahaya: Bagaimanakah ciri-ciri orang yang bakal masuk Surga atau masuk Neraka? Salah satunya digambarkan Allah lewat idiom cahaya. Orang-orang yang ...
Agar Dada Seorang Hamba Menjadi Lapang Dan Bersinar
Hiruk
pikuk kehidupan dengan berbagai bentuk aktivitas yang terus bergulir
tanpa henti sering melahirkan halangan dan tantangan yang mengantar
seorang hamba kepada gundah gulana dan ketidaktenangan hati.
Namun bagi seorang mukmin sejati, cahaya Al-Qur’ân dan Sunnah
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam adalah penerang jalan
menuju kepada kehidupan indah yang senantiasa membuat dadanya lapang dan
bercahaya.
Hiruk pikuk kehidupan dengan berbagai bentuk aktivitas yang terus
bergulir tanpa henti sering melahirkan halangan dan tantangan yang
mengantar seorang hamba kepada gundah gulana dan ketidaktenangan hati.
Namun bagi seorang mukmin sejati, cahaya Al-Qur’ân dan Sunnah Rasulullah
shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam adalah penerang jalan menuju
kepada kehidupan indah yang senantiasa membuat dadanya lapang dan
bercahaya.
Hidup dengan dada yang lapang adalah suatu nikmat yang sangat
berharga dan dambaan setiap insan. Renungilah besarnya nikmat ini
sehingga Allah ‘Azza wa Jalla mengingatkan Nabi-Nya terhadap karunia
tersebut dalam firman-Nya,
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?” (QS. Al-Insyirâh :1)
Dan Nabi Musa ‘alaissalâm setelah beliau dimuliakan menjadi seorang
rasul, maka awal doa beliau kepada Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ,
“Berkata Musa: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku,”…” (QS. Thohâ
:25) Banyak hal dalam tuntunan syari’at kita yang diterangkan sebagai
tumpuan-tumpuan berpijak bagi seorang hamba agar senantiasa berhati
lapang dan bercahaya. Berikut ini, beberapa pilar pelapang dada seorang
hamba, kami simpulkan dari keterangan Ibnul Qayyim[1] dan selainnya :
1. Memurnikan Tauhid.
Memurnikan peribadatan kepada Allah Taqaddasa Dzikruhu adalah tonggak
keselamatan, tujuan dari penciptaan manusia, misi dakwah setiap nabi
yang diutus kepada makhluk dan itulah adalah hakikat dari Islam yang
bermakna berserah diri, ikhlash dan tunduk kepada-Nya. Maka sangat wajar
bila memurnikan tauhid adalah hal yang sangat melapangkan dada dan
meneranginya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur’ân Al-Karîm,
“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk
(menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya (sama dengan
orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka
yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam
kesesatan yang nyata. ” (QS. Az-Zumar :22)
“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya
petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.
Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah
menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke
langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak
beriman. Dan inilah jalan Rabbmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami
telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil
pelajaran. ” (QS. Al-An’âm :125-126)
Dan dengan memurnikan ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla manusia akan
hidup di bawah teduhan keamanan dan kesejahteraan. Sebagaimana dalam
firman-Nya,
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka
dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat
keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. ”
(QS. Al-An’âm :82)
Dan dalam Tanzil-Nya,
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara
kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh
akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah
menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia
akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka,
dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada
dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan
tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang
(tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang
fasik. ” (QS. An-Nûr : 55)
2. Berpegang teguh terhadap Al-Qur’ân dan As-Sunnah. Allah Jalla wa
‘Alâ menurunkan Al-Qur`ân sebagai rahmat dan kebahagian bagi orang-orang
yang beriman, sebagaimana dalam firman-Nya,
“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur`an) untuk menjelaskan
segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi
orang-orang yang berserah diri. ” (QS. An-Nahl : 89)
Dan Allah Ta’âlâ berfirman,
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`ân suatu yang menjadi penawar dan
rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`ân itu tidaklah menambah
kepada orang-orang yang zhalim selain kerugian. ” (QS. Al-Isrô` : 82)
Dan Nabi shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam menyatakan,
لَقَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلِهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيْغُ بَعْدِيْ عَنْهَا إِلَّا هَالِكٌ
“Sungguh saya telah meninggalkan kalian di atas suatu yang sangat
putih, malamnya sama dengan siangnya, tidaklah seorangpun menyimpang
darinya setelahku kecuali akan binasa. ” [2]
Maka sangatlah lumrah bagi siapa yang berpegang teguh terhadap
tuntunan Al-Qur`ân dan As-Sunnah akan senantiasa membuat dadanya lapang
dan bersinar penuh petunjuk dan kebahagian tanpa ada kesensaraan.
Sebagaimana dalam firman-Nya,
“Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak
akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka
sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan
menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. ” (QS. Thôhâ :
123-124)
“Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al-Qur`ân ini kepadamu agar kamu
menjadi susah; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada
Allah). ” (QS. Thôhâ : 1-3)
3. Berbekal Ilmu Syari’at. Tatkala seluruh kebaikan bagi manusia
tercakup dalam ilmu syari’at maka segala kebahagian dan ketenangan,
keberhasilan dan kebahagian manusia sangat bertumpu pada ilmu syari’at.
Karena itu Allah Ta’âlâ tidak memerintah Nabi-Nya untuk meminta tambahan
nikmat apapun selain dari tambahan ilmu. Allah Ta’âlâ berfirman,
“Dan katakanlah, “Ya Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan. ”. ” (QS. Thôhâ : 114)
Dan dengan ilmu syari’at itulah diraihnya berbagai derajat keutamaan di dunia dan akhirat. Sebagaimana dalam firman-Nya,
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara
kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. ”
(QS. Al-Mujâdilah :11) Berkata Ibnul Qayyim rahimahullâh, “Sesungguhnya
ilmu itu melapangkan dada dan meluaskannya sehingga ia menjadi lebih
luas dari dunia. Dan kejahilan akan mewariskan kesempitan, keterbatasan
dan keterkurungan. Kapan ilmu seorang hamba semakin luas maka dadanya
akan semakin lapang dan lebih meluas. Namun ini bukanlah pada setiap
ilmu, bahkan hanya pada ilmu yang terwarisi dari Ar-Rasul shallallâhu
‘alaihi wa sallam yaitu ilmu yang bermanfaat. Orang-orang yang berilmu
(merekalah) yang paling lapang dadanya, paling luas hatinya, paling
indah akhlaknya dan paling baik kehidupannya. ” [3]
4. Kecintaan Kepada Allah.
Salah satu sifat yang wajib dimiliki oleh seorang yang beriman bahwa
kecintaannya kepada Allah adalah yang terbesar dan melebihi kecintaannya
kepada seluruh makhluk. Allah berfirman,
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah
tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka
mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada
Allah. ” (QS. Al-Baqarah :165) Kecintaannya kepada Allah tersebut akan
mengantar seorang hamba menuju kehidupan yang sangat indah, kelapangan
hati dan ketenangan jiwa karena rongga hatinya hanya terpenuhi oleh
kecintaan kepada Allah dan ketergantungan kepada-Nya. Wajarlah bila
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ أَنْ يَكُوْنَ
اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ
الْمَرْءُ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا للهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِي
الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ
“Tiga (sifat) yang tidaklah terdapat pada seseorang, pasti ia akan
mendapatkan kelezatan iman; hendaknya Allah dan Rasul-Nya yang paling ia
cintai melebihi selain keduanya, dan ia mencintai seseorang, tidaklah
ia mencintainya melainkan hanya karena Allah, serta ia benci untuk
kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam
api neraka. ” [4]
5. Senantiasa bertaubat.
Menyadari kekurangan, menyesali kesalahan dan bertaubat kepada Yang
Maha Mencipta adalah diantara sifat-sifat yang memberikan berbagai
keajaiban dalam kehidupan seorang hamba dan sangat menerangi hati serta
melapangkan dadanya. Karena itu, sikap senantiasa bertaubat sangat
ditekankan dalam tuntunan syari’at Islam yang mulia. Allah menjamin
keberuntungan bagi orang-orang yang senatiasa bertaubat,
“Dan bertaubatlah kalian sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung. ” (Q. S. An-Nûr :31)
Dari doa Nabi Ibrahim ‘alaissalâm untuk mengujudkan keamanan dan kesejahteraan pada negeri Mekkah yang dirintisnya,
“Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada
Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh
kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat
ibadat haji kami, dan berilah taubat untuk kami. Sesungguhnya Engkaulah
Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. ” (Q. S. Al-Baqarah :128)
Dan sangatlah indah kehidupan orang-orang yang bertaubat tatkala
sifat mulia mereka itu akan memberikan berbagai keutamaan dan kenikmatan
sebagai hamba-hamba yang dicintai oleh Allah. Sebagaimana dalam
firman-Nya,
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai
orang-orang yang mensucikan diri. ” (Q. S. Al-Baqarah :222)
6. Dzikir.
Dzikir adalah penyejuk hati dan penenang jiwa. Allah Subhânahu Wa Ta’âlâ berfirman,
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan
dzikir kepada Allah. Ingatlah, hanya dengan dzikir kepada Allah-lah hati
menjadi tenteram. ” (Q. S. Ar-Ra’d :28)
Dengan dzikir seorang hamba akan mendapatkan pengampunan dan pahala yang sangat besar,
“…dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah,
Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. ”
(Q. S. Al-Ahzâb :35)
Dan keberuntungan bagi orang-orang yang banyak berdzikir,
Dan dzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya supaya kalian beruntung. ” (Q. S. Al-Jumu’ah :10)
Dan sungguh dzikir membuat hati seorang hamba menjadi lapang dan
bersinar tanpa ada kerugian seperti yang terjadi pada orang-orang lalai,
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta dan anak-anak
kalian melalaikan kalian dari dzikir kepada Allah. Barangsiapa yang
berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. ” (Q. S.
Al-Munâfiqûn :9)
7. Berbuat baik kepada Makhluk.
Memberi manfaat kepada makhluk dengan harta, badan, kedudukan dan
selainnya dari berbagai bentuk perbuatan baik adalah hal yang sangat
melapangkan dada seorang hamba dan meneranginya. Karena itu Allah ‘Azza
wa Jalla memerintah dalam firman-Nya,
“Sesungguhnya Allah menyuruh untuk berlaku adil, berbuat kebajikan,
dan memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji,
kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar
kalian dapat mengambil pelajaran. ” (Q. S. An-Nahl :90)
Dan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ
فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةِ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةِ
وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ
“Sesusngguhnya Allah telah menetapkan untuk berbuat kebajikan
terhadap segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh perbaiklah cara
membunuhnya, apabila kalian menyembelih perbaiklah cara menyembelihnya
dan hendaknya salah seorang dari kalian mempertajam pisaunya dan membuat
tenang sembelihannya. ” [5]
Dan di akhirat kelak Allah menjanjikan,
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman
(surga) dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan
kepada mereka oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia
adalah orang-orang yang berbuat baik. ” (Q. S. Adz-Dzâriyât :15-16)
Demikian beberapa pilar pelapang dada seorang mukmin. Dan perlu
diketahui bahwa segala perkara yang bertentangan dengan apa yang
disebutkan di atas pasti akan memberikan kesempitan, kesesakan dan
gundah gulana. Karena itu, tidak seorang pun yang lebih sempit hatinya
dari pelaku kesyirikan. Dan siapa yang berpaling dari Al-Qur`ân dan
As-Sunnah maka ia akan senantiasa berada dalam berbagai kesengsaraan.
Orang yang tidak memiliki ilmu syar’iy akan jauh dari makna ketenangan.
Hati yang tergantung kepada selain Allah akan merasakan berbagai
kepedihan dan kepahitan. Dan hati yang lalai dari dzikir kepada Allah
bagaikan ikan yang dipisahkan dari air. Dan jeleknya hubungan dengan
makhluk lain akan melahirkan berbagai problem dalam kehidupan. Dan
demikianlah seterusnya. Tentunya banyak tuntunan pelapang dada yang
belum bisa diuraikan disini. Namun kami berharap keterangan-keterangan
di atas bisa menjadi pencerahan dan penyenjuk bagi setiap muslim dan
muslim dalam mempersiapkan bekal untuk menyonsong kehidupan kekal abadi
di akhirat kelak. Waffaqallâhu Al-Jamî’ li mâ yuhibbihu wa yardhâhu.
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى عَبْدِهِ وَرَسُوْلِهِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ.
[1] Dalam kitabnya Zâdul Ma’âd 2/22-26, cet. Ke-3 dari Mu`assah Ar-Risalah
[2] Diriwayatkan oleh Ahmad 4/126, Ibnu Mâjah no. 5, 43, Ibnu Abi
‘Âshim no. 48-49 dan Al-Hâkim 1/96 dari hadits Abu Dardâ` radhiyallâhu
‘anhu. Dan dishohihkan oleh Al-Albâny dalam Zhilâlul Jannah 1/27.
[3] Zâdul Ma’âd 2/23
[4] Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallâhu ‘anhu.
[5] Hadits Syaddâd bin Aus radhiyallâhu ‘anhu riwayat Muslim.
Rabu, 21 Agustus 2013
JARISMART CONSULTING: Mengenal Jarismart Consulting
JARISMART CONSULTING: Mengenal Jarismart Consulting: Era Kebebasan Ekonomi telah lama dimulai. Indonesia sebagai salah satu Negara ASEAN harus siap menghadapi tantangan dari kesepaka...
Rahasia Kesuksesan
Orang yang tidak tahu rahasia sukses ini mengatakan,
“Buat apa repot-repot menolong orang lain, bahkan di negara lain, padahal kita sendiri susah?”
Dia tidak tahu rahasia sukses
ini! Sayang sekali, padahal sangat ampuh jika mau mengaplikasikannya.
Rahasia sukses ini tidak mungkin salah. Bukan hanya sukses di dunia
saja, tetapi sukses juga di akhirat. Insya Allah. Mau tahu? Jangan hanya
mengetahuinya saja, tetapi juga mengaplikasikannya. Termasuk saya
sendiri. Yuk kita pelajari.
Kita akan sukses jika kita mau mengaplikasikannya. Supaya sukses
dunia akhirat, ada satu kunci yang harus ada saat mengaplikasikannya,
yaitu ikhlas. Tanpa keihlasan, Anda mungkin sukses, tetapi hanya di
dunia saja. Tapi jika ingin sukses di akhirat juga, maka keihlasan
adalah harga mati. Ikhlas adalah syarat utama sebuah amal mendapatkan
balasan dari Allah.
Rahasia-rahasia sukses itu ada pada hadist dibawah ini:
Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah telah menceritakan kepada kami Al A’masy dan Ibnu Numair telah mengkabarkan kepada kami Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa meringankan seorang mukmin dari kesulitan di dunia maka Allah akan meringankan baginya kesulitan di hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa memudahkan bagi seorang yang kesusahan maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akhirat, dan Allah akan menolong seorang hamba selama ia mau menolong saudaranya. Barangsiapa meniti jalan dalam rangka menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga, dan tidaklah suatu kaum yang berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah, dan mempelajarinya dengan sesama mereka kecuali akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dilimpahkan kepada mereka rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah Azza Wa jalla akan menyebut-nyebut mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya. Dan barangsiapa diperlambat oleh amalnya maka tidak akan bisa dipercepat oleh nasabnya.” (HR Ahmad No 7118)
Rahasia sukses itu adalah:
- meringankan seorang mukmin dari kesulitan di dunia
- menutupi aib seorang muslim
- memudahkan bagi seorang yang kesusahan
- mau menolong saudaranya
- menuntut ilmu
- membaca kitab Allah
Tentu saja, masih ada yang lainnya jika kita mau menggali Al Quran dan hadits lainnya.
Apa manfaat dari rahasia sukses diatas?
Berikut adalah rangkuman manfaat dari mengaplikasikan keenam rahasia sukses diatas:
- Allah akan meringankan baginya kesulitan di hari kiamat
- Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat
- Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akhirat
- Allah akan menolong
- Allah akan mempermudah baginya jalan menuju surga
- Allah akan memberi rahmat
Jika Allah sudah berkehendak, siapa yang akan mampu menghalanginya? Bukankah ini rahasia sukses yang dahsyat?
HATI YANG BERSINAR DENGAN NUR ILAHI
HATI YANG BERSINAR DENGAN NUR ILAHI
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan mu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. QS. Al-Ahzab (33) : 59.
Sebagai Perhiasan Dunia Terindah
Wanita mendapat rekomendasi Al-Quran untuk menduduki peringkat tertinggi keindahan-keindahan yang diinginkan manusia; Dijadikan indah (pandangan) manusia apa-apa yang diingini yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah lading (QS. Ali-Imran:4).
Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah (HR. Muslim)
Hati
Menyejukkan Jiwa Dengan Al-Quran dan Sunnah
Peran hati bagi seluruh anggota badan ibarat raja bagi seluruh prajuritnya. Semua bekerja berdasarkan perintahnya. Semua tunduk kepadanya. Karena perintah hatilah, istiqamah dan penyelewengan itu ada. Begitu pula dengan semangat untuk bekerja. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati. (HR. Bukhari-Muslim).
Jika ingin memiliki hati yg bersinar
Jika engkau ingin memiliki hati yang bersinar, bersih dari kotoran-kotoran, perbanyaklah berdzikir baik diwaktu malam maupun pagi, Dan dalam setiap keadaan baik dengan lisan maupun hati. (petikan dari qasidah Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad).
Salah satu ciri2 ilmu agama yang bermanfaat ialah semakin dikaji semakin menambah rasa takut kepada Allah SWT, bukannya merasa semakin pintar tetapi harusnya lebih tawaddhu (rendah hati)
Cara Menyucikan Hati
Ali bin Abi Thalib r.a. menceritakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: Tiada satu hati pun kecuali memiliki awan seperti awan menutupi bulan. Walaupun bulan bercahaya, tetapi karena hatinya ditutup oleh awan, ia menjadi gelap. Ketika awannya menyingkir, ia pun kembali bersinar. ( H.R. Bukhari dan Muslim )
HATI YANG BERSINAR DENGAN NUR ILAHI
Hati manusia diibaratkan bagaikan cermin yang mampu memantulkan cahaya yang jatuh diatasnya. Cermin yang dihadapkan pada sumber cahaya seperti matahari akan memantulkan kembali cahaya matahari tersebut, hingga ia akan bersinar terang bagaikan matahari pula. Namun jika cermin itu dipenuhi debu, kotoran dan berbagai noda hitam yang tidak pernah dibersihkan, cermin itu akan menjadi gelap pekat hingga tidak mampu memantulkan cahaya matahari yang jatuh diatasnya. Demikian pula jika cermin itu dipalingkan menyamping atau membelakangi matahari, maka cermin tersebut juga tidak akan mampu memantulkan sinar matahari yang jatuh diatasnya.
Hati Sebening Kaca
Hati ibarat kaca nan bening, setitik embunpun dapat membuatnya kusam, terlebih debu, kotoran maupun air yang bernoda hitam. Apa jadinya kalau kebeningannya terciprat noda? Tentu ia menjadi penghalang dalam kita berkaca dan tak lagi dapat menampakkan sosokdiri yang sempurna.
Begitupun dengan hati. Untuk pembersihan penyuciannya dibutuhkan suatu proses yang tentunya mesti bersumber dari wahyu ilahi, syariat yang dibawa Nabi SAW. Di antara faktor-faktor yang dpat menjaga kesucian adalah :
a. Selalu menjaga niat.
b. Membaca dan mempelajari Al Quran.
c. Banyak berdzikir.
d. Mohon ampun dengan memperbanyak istighfar dan memperbanyak amal kebaikan.
e. Shalat malam.
f. Menghadiri majelis ilmu dan bergaul dengan orang-orang shalih.
g. Mengingat kematian.
h. Mengingat kematian.
i. Berdoa.
Hati, Kebijaksanaan, dan Kecerdasan
Kita telah tahu bahwa ada dua sisi berbeda dari jiwa manusia, yang satu mengarah kepada kebaikan dan yang satunya lagi mengarah kepada kejahatan. Bijaksana atau tidaknya seseorang bergantung pada dua sisi jiwa orang itu. Al-Qur’an memberitahu kita bahwa tingkah laku yang mengikuti nafsu adalah tidak bijaksana. Sebaliknya, setia kepada sisi baik dari jiwa membawa kepada kebijaksanaan.
Apakah mereka yang mendustai Rasul itu tidak pernah bepergian di muka bumi ini, supaya hatinya tersentak untuk memikirkan kemusnahan itu, atau mengiang di telinganya untuk didengarkan? Sebenarnya yang buta bukan mata yang ada di kepala, tetapi hati yang ada di dalam dada. Al-Hajj:46
Al Quran tentang Hati kebijaksanaan dan Kecerdasan
Katakanlah! Apa jadinya andaikata Allah mencabut pendengaran dan penglihatanmu serta menutup mata hatimu? Tuhan manakah selain dari Allah yang sanggup memulihkannya. Perhatikanlah, bagaimana Kami telah berulang kali menjelaskan tanda-tanda kebesaran Kami namun mereka tetap berpaling saja.Al-An’am:46
Cukup Al Qur’an Sebagai Obat Hati
Hati bukanlah subur dan hidup dengan nyanyian, namun dengan Kalamullah. Dan kata Ibnul Qayyim bahwa nyanyian (musik) dan Al Quran sangat mustahil untuk bersatu. Inilah cara menyuburkan dan menenangkan hati, yaitu dengan mendengar, membaca, menghafalkan dan mentadabburi (merenungkan) Al Quran.
Hati Yang Terkunci
Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, melainkan yang buta ialah hati yang terdapat di dada. (QS al-Hajj:46).
Tatkala orang bersumpah di ruang publik dengan penuh percaya diri, sungguh siapa pun tak akan tahu persis apakah ia sedang jujur atau berdusta. Hanya dia dan Tuhan yang tahu. Orang lain sebatas menafsir dan menerka. Hak dan batil secara hakiki pasti berbeda, tetapi di tangan manusia keduanya sering kali menjadi sumir, gelap, dan serba rumit.
BAGAIMANA MELEMBUTKAN HATI
Siapakah yang memperkenankan (rasa) kekhusyuan dan kesadaran hati untuk kembali kepada Rabbnya?
Siapakah yang sekiranya Ia berkehendak membalikkan hati ini, sehingga menjadi yang paling lembut untuk mengingat Allah Azza wa Jalla, dan paling khusyuk saat mentadabburi ayat-ayat dan keangungan-Nya?
Siapakah Dia? Maha suci Ia yang tiada Ilah Ilah (tuhan yang haq untuk disembah) melainkan Dia (semata).
Faktor terpenting yang menjadikan hati lembut terhadap Allah Azza wa Jalla dan luluh dari rasa ketakutan yang timbul karena mengenal Allah Tabaraka wa Taala, dimana seorang hamba telah yang mengenal Rabbnya.
10 Cara Mensucikan Hati
Tiada satu hati pun kecuali memiliki awan seperti awan menutupi bulan. Walaupun bulan bercahaya, tetapi karena hatinya ditutup oleh awan, ia menjadi gelap. Ketika awannya menyingkir, ia pun kembali bersinar. (HR. Bukhari dan Muslim)
MENSUCIKAN HATI
Usaha mensucikan hati bertujuan untuk mencapai kedekatan diri kepada Allah sedekat-dekatnya. karena Allah Maha Suci maka harus didekati dengan kesucian. karenanya, hanya makhluk-makhluk Allah yang suci sajalah yang bisa dekat dengan yang Maha Suci.
Mensucikan hati artinya menghilangkan semua kotoran yang ada didalam hati. Antara lain : kekufuran, kemusyrikan, kamunafikan, kefasikan dan dosa-dosa lahir maupun batin.
Kesaksian Seorang Dokter Mensucikan Hati melalui Kisah-Kisah Nyata
Saudaraku yang mulia, sebelum coba-coba menggunjing, berbohong, menipu dan mengambil riba, ingatlah bahwa baru saja anda menunaikan shalat di masjid, semoga saja cara itu akan membatu anda untuk menahan diri, agar di hari kiamat nanti anda tidak termasuk orang-orang yang pailit.
MELEMBUTKAN HATI
Allah taala berfiman (yang artinya), Belumkah tiba saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk secara khusyu mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang diwahyukan kepada mereka dan janganlah mereka berlaku seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik. (QS. Al-Hadid : 16).
Doa Melembutkan Hati
Wahai Tuhan yang Maha Pelembut. Allah Maha Lembut terhadap hamba-hambanya; Dia memberi rezeki kepada sesiapa yang Dikehendakinya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa (Asy Syuura ayat 19 (42) .
DOA untuk melembutkan hati berdasarkan Al-Quran & hadist RasulAllah Saw (as-Sunnah).
Ya ALLAH, aku mohon kepada-MU teguh dalam segala urusan dan ketetapan dalam hati di atas petunjuk. Kami mohon kepada-MU hati yang bersih dan lidah yang jujur. Kami mohon kepada-MU kebajikan yang ENGKAU ketahui,. Kami berlindung kepada-MU dari kejahatan yang ENGKAU ketahui dan kami mohon ampun kepada-MU terhadap apa yang ENGKAU ketahui, sesungguhnya ENGKAU mengetahui hal-hal yang ghaib. Ya ALLAH, ENGKAU yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-MU. Ya ALLAH, ENGKAU yang mengubah-ubah hati, ubahlah hati kami atas ketaatan kepada-MU. (HR.Muslim)
Cara Menguatkan Iman dan Melembutkan Hati
Bagaimana seseorang mampu menjadikan imannya kuat padahal ia tidak terpengaruh oleh ayat-ayat Al-Quran yang dibacanya kecuali sedikit ?
Diantara sebab-sebab manusia menjadi bersifat keras kepala adalah karena glamournya kehidupan dunia masa kini dan terfitnah oleh keglamouran ini serta banyaknya kesulitan-kesulitan hidup di dunia. Oleh karena itu, Anda menemukan orang-orang kecil yang tidak memiliki akses kepadanya, mereka justru menjadi orang yang khusyu dan lebih banyak menangis daripada orang-orang yang terpandang. Hal ini dapat kita saksikan dan kalian pun dapat menyaksikan orang seperti ini sekarang di lantai-lantai Masjidil Haram.
5 SEBAB HATI MENJADI BERCAHAYA
Kesedihan Bisa mempengaruhi suasana hati. Sementara hati akan menjadi pekat
kalau sedang dirundung kesedihan karena meratapi hilangnya dunia. Namun sebaliknya,kalau
kesedihan iti karena meratapi sesuatu yang hilang dari urusan ukhrawi, maka ia
akan menyebabkan hati menjadi tenang dan tenteram. Maka Ketahuilah Bahwa:
1. Hati akan bersinar dengan Kesedihan karena menyesal atas habisnya umur yang sia-sia tanpa amal yang bermanfaat.
2. Hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal akan maksiat yang telah dikerjakan, sehingga hati menjadi takut kalau hal itu akan menghalangi diri dari masuk syurga Allah.
3. Hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas tindakan menyia-nyiakan hukum Allah dengan mengambil alih hukum-hukum buatan manusia.
4. Hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas terhinanya kaum muslimin karena mereka telah dikuasai oleh orang-orang kafir.
5. Hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas perpecahan yang terjadi ditubuh para ulama/da’i-da’i muslim karena egoisme mereka yang hanya sibuk dengan urusan pribadi dari pada memikirkan tujuan da’wah yang lebih utama (Abdul hamid Al Bilaly, “Manhajut tabi’in fie Tazkiatun Nafs”)
1. Hati akan bersinar dengan Kesedihan karena menyesal atas habisnya umur yang sia-sia tanpa amal yang bermanfaat.
2. Hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal akan maksiat yang telah dikerjakan, sehingga hati menjadi takut kalau hal itu akan menghalangi diri dari masuk syurga Allah.
3. Hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas tindakan menyia-nyiakan hukum Allah dengan mengambil alih hukum-hukum buatan manusia.
4. Hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas terhinanya kaum muslimin karena mereka telah dikuasai oleh orang-orang kafir.
5. Hati akan bersinar dengan kesedihan karena menyesal atas perpecahan yang terjadi ditubuh para ulama/da’i-da’i muslim karena egoisme mereka yang hanya sibuk dengan urusan pribadi dari pada memikirkan tujuan da’wah yang lebih utama (Abdul hamid Al Bilaly, “Manhajut tabi’in fie Tazkiatun Nafs”)
“Nafsu Syahwat Ada batasnya yaitu
istirahatnya hati dan akal dari ketaatan dan mencapai keutamaan, Kemuliaan ada
batasnya, jika melebihi batas akan menyebabkan kesombongan dan jika melemah
akan menyebabkan kehinaan dan rendah diri”
Agar terhindar dari semua itu, kita
perlu mengobati hati melalui 5 perkara, yakni:..
1. Baca Qur’an dan maknanya..
2. Sholat malam
3. Bergaul dengan orang sholeh
4. Perbanyak berpuasa
5. Dzikir panjang tegakkan lah…
1. Baca Qur’an dan maknanya..
2. Sholat malam
3. Bergaul dengan orang sholeh
4. Perbanyak berpuasa
5. Dzikir panjang tegakkan lah…
Wallahualam Bishowab
Langganan:
Postingan (Atom)